My Education Video Happy watch :)

Selasa, 17 April 2012

Keindahan dan Estetika

Keindahan atau keelokan merupakan sifat dan ciri dari orang, hewan, tempat, objek, atau gagasan yang memberikan pengalaman persepsi kesenangan, bermakna, atau kepuasan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, keindahan diartikan sebagai keadaan yang enak dipandang, cantik, bagus benar atau elok. Keindahan dipelajari sebagai bagian dari estetika, sosiologi, psikologi sosial, dan budaya. Sebuah "kecantikan yang ideal" adalah sebuah entitas yang dikagumi, atau memiliki fitur yang dikaitkan dengan keindahan dalam suatu budaya tertentu, untuk kesempurnaannya.
Pengalaman "keindahan" sering melibatkan penafsiran beberapa entitas yang seimbang dan selaras dengan alam, yang dapat menyebabkan perasaan daya tarik dan ketenteraman emosional. Karena ini adalah pengalaman subyektif, sering dikatakan bahwa beauty is in the eye of the beholder atau "keindahan itu berada pada mata yang melihatnya.""
Kata benda Yunani klasik untuk "keindahan " adalah κάλλος, kallos, dan kata sifat untuk "indah" itu καλός, kalos. Kata bahasa Yunani Koine untuk indah itu ὡραῖος,hōraios, ] kata sifat etimologis berasal dari kata ὥρα, hora, yang berarti "jam." Dalam bahasa Yunani Koine, keindahan demikian dikaitkan dengan "berada di jam (waktu) yang sepatutnya."
Sebuah buah yang matang (pada waktunya) dianggap indah, sedangkan seorang wanita muda mencoba untuk tampil lebih tua atau seorang wanita tua mencoba untuk tampil lebih muda tidak akan dianggap cantik. Dalam bahasa Yunani Attic, hōraios memiliki banyak makna, termasuk "muda" dan "usia matang.

Lalu konsep keindahan itu seperti apa sih?

Konsep Keindahan
Konsep Keindahan didalamnya tercakup tentang kebaikan dan menyebutkan tentang watak yang indah dan hukum yang indah sehingga merumuskan keindahan sebagai sesuatu yang selain baik juga menyenangkan.




Apa yang membedakan Estetis dan Estetika?


Estetis & Estetika
Secara sederhana, estetika adalah ilmu yang membahas keindahan, bagaimana ia bisa terbentuk, dan bagaimana seseorang bisa merasakannya. Pembahasan lebih lanjut mengenai estetika adalah sebuah filosofi yang mempelajari nilai-nilai sensoris, yang kadang dianggap sebagai penilaian terhadap sentimen dan rasa. Estetika merupakan cabang yang sangat dekat dengan filosofi seni.


Lalu seperti apa sifat keindahan itu sendiri?


Sifat Keindahan 
Keindahan seharusnya sudah dinilai begitu karya seni pertama kali dibuat. Namun rumusan keindahan pertama kali ditentukan berasal dari keindahan yang tercipta akibat proporsi, keharmonisan, dan kesatuan. Sementara atau dalam hukum bernegara sifat keindahan lahir dari aturan-aturan, kesimetrisan, dan keberadaan.
 

Keindahan dan Karya Cipta

Keindahan dan Karya cipta dalam diri manusia
 
Dimana pada kehidupan manusia, dalam pribadi masing-masing terdapat keindahan dan karya cipta masing-masing, bisa juga terdapat kreatifitas dan ide. Pada pembahasan kali ini kita akan membahas mengenai 4 aspek keindahan pada diri manusia : 
 
A.Kontenplasi dan Ekstasi
Kontemplasi adalah memandang jauh ke depan demi mendapatkan arah dan kemungkinan tindakan lain (antisipasi) yang lebih bermakna. Kontemplasi juga merupakan suatu tindakan untuk memahami penuh suatu hal. Kontemplasi adalah memandang sesuatu dengan cara ambil bagian dalam hidup, dalam adegan, terlibat langsung. Kontemplasi adalah dasar dalam diri manusia untuk menciptakan sesuatu yang indah. Sedangkan Ekstansi adalah dasar dalam diri manusia untuk menyatakan, merasa, dan menikmati sesuatu yang indah. Setiap manusia memiliki nilai ekstansi yang berbeda-beda. Apabila kontemplasi dan ekstansi itu dihubungkan dengan kreativitas, maka kotemplasi itu adalah faktor pendorong untuk menciptakan keindahan. Sedangkan ekstansi itu merupakan faktor pendorong untuk merasakan menikmati keindahan karena derajat kontemplasi dan ekstansi itu berbeda-beda antara setiap manusia.

B.Keindahan Keserasian dan Kehalusan 
Dalam diri manusia terdapat faktor kontenplasi dan ekstasi.maka itu keindahan tidak dapat di pisahkan dari kehidupan manusia. karena membutuhkan keindahan.Dalam keindahan terrcermin unsur keseerasian dan kehalusan.Keserasian adalah kemampuan untuk menata sesuatu yang dapat dilihat,dipegang seseorang.
Kehalusan adalah kemampuan menampilkan sopan santun,tutur kata yang menyenangkan,menarik perhatian, dan menggembirakan orang lain.
 
C. Kreatifitas dan Karya Cipta
Keindahan adalah salah satu dari kehidupan yang merupakan sebuah kodrat.Karena manusia brusaha menciptakan keindahan untuk memenuhi kebutuhan ,selain itu manusia menciptkan karya cipta dipengaruhi oleh pengalaman dan faktor alam.

D.Pengaruh Keindahan pada jiwa manusia
ai daya tarik yang kuat memiliki efek berubahnya situasi dan kondisi pada manusia, keindahan bisa mengubah suasana yang tidak nyaman bisa menjadi nyaman , bahkan dengan seringnya kita melihat keindahan,maka kesehatan jiwa kita akan sangat bagus,sehingga mempengaruhi jasmani dari diri kita sendiri,karena fikiran kita yang sudah fresh.

Senin, 26 Maret 2012

Manusia Sebagai Makhluk Individu dan Sosial

Manusia sejak awal lahirnya adalah sebagai makhluk sosial (ditengah keluarganya). Makhluk yang tidak dapat berdiri sendiri tanpa bantuan orang lain. Manusia memerlukan mitra untuk mengembangkan kehidupan yang layak bagi kemanusiaan. Sebagai individu, manusia dituntut untuk dapat mengenal serta memahami tanggung jawabnya bagi dirinya sendiri, masyarakat dan kepada Sang Pencipta.


•   Individu dalam bahasa Perancis berarti orang seorang.
•       Kata ini mengacu pada manusia atau satu orang manusia. "In-dividere" berarti makhluk individual yang tidak dapat dibagi-bagi lagi. Kata sifatnya "individual", menunjuk pada satu orang dengan ciri-ciri khas yang melekat pada dirinya dan sekaligus untuk membedakan dengan masyarakat. Ciri-ciri watak seorang individu yang konsisten, yang memberikan kepadanya identitas khusus, disebut sebagai "kepribadian".
•       Banyak pakar yang memberikan pengertian tentang kepribadian. Dari beberapa konsep atau pengertian tentang kepribadian tersebut, dapat disimpulkan bahwa kepribadian adalah ciri-ciri / karakteristik watak individu yang konsisten yang berkenaan dengan sikap, keinginan, pola pikiran dan tingkah laku untuk berbuat, berpikir, dan merasakan khususnya apabila individu itu berhubungan dengan orang lain atau menanggapi suatu keadaan di lingkungannya. Kepribadian mempunyai karakteristik yang konsisten dan mencirikan kepribadian secara normal.
•       Karakteristik kepribadian tersebut merupakan perpaduan antara bawaan atau warisan yang dibawa sejak lahir dengan faktor lingkungan. Faktor bawaan atau warisan yang dimiliki oleh individu maupun kondisi lingkungannya tidaklah sama, sehingga tidak akan terjadi dua individu memiliki kepribadian yang sama.
•       Manusia sebagai individu selalu berada di tengah-tengah kelompok individu lain yang sekaligus mematangkannya untuk menjadi pribadi. Proses dari individu untuk menjadi  pribadi tidak hanya didukung dan dihambat oleh dirinya, tetapi juga oleh kelompok  sekitarnya. Dalam proses untuk menjadi pribadi, individu dituntut mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan dimana ia berada. Lingkungan tersebut meliputi lingkungan fisik dan non fisik (psikis).
 Itulah point point penting yang bisa kita dapat pada kehidupan manusia sebagai makhluk individu dan sosial

 

Senin, 19 Maret 2012

Pengenalan Delphi - If else statement


1. Pengulangan adalah suatu kondisi dimana statement yang berada didalam sintaks for akan dijalankan
sesuai dengan jumlah perulangan yang telah ditetapkan sebelumnya.

Contoh kita akan melakukan perulangan print kalimat "Hello World" sebanyak 5x, maka yang harus kita
lakukan pertama kali adalah melakukan inisialisasi variabel awal dan batas perulangannya

//Pada delphi sintax untuk melakukan pengulangan adalah dengan format sebagai berikut
for /*inisialisasi variabel*/ to /*batas pengulangan*/ do
begin
//Statement yang akan diulang
end;

Contoh :
for a:=1 to 5 do
begin
//Statement ini akan dijalankan sebanyak 5 kali sesuai dengan jumlah perulangan yang sudah
//didefinisikan sebelumnya
writeln("Hello World");
end;

2. Percabangan adalah suatu kondisi dimana statement /*yang akan dijalankan adalah kondisi yang*/ bernilai true(benar),
apabila kondisi bernilai false(salah) maka statement yang berada didalam blok kesalahanlah yang akan dijalankan,
atau tidak ada statement yang dijalankan sama sekali.

Bentuk percabangan pada delphi terdiri dari 3, yaitu:

- if statement, adalah suatu kondisi dimana kondisi yang bernilai benar saja yang akan dijalankan oleh delphi
  apabila kondisi bernilai salah, maka statement didalam sintax if, tidak dijalankan.

* Engkos
  Contoh : if a:=1 then if nama:='Engkos'
  begin begin
  writeln(a); writeln(nama);
  end; end;
 
  //Maka, apabila a bernilai 1, a akan di write, apabila a!=1 statement diatas tidak akan dijalankan
 
- if else statement, adalah suatu kondisi dimana terdapat dua statement didalamnya, yaitu statement benar
  dan statement yang salah, apabila suatu kondisi bernilai salah, maka blok statement yang akan dijalankan
  yaitu statement didalam blok kesalahan, bukan pada blok statement yang bernilai benar.
 
  Contoh : if a:=1 then
  begin
  readln(a);
  end else if a:=2
  begin
  readln(a);
  end else if a:=3
  begin
  readln(a);
  end;

  //Maka, apabila a bernilai 1, a akan di write, apabila a!=1 maka akan diperiksa statement berikutnya

- if else if statement, adalah suatu kondisi dimana terdapat dua atau lebih kondisi, jadi apabila suatu
  kondisi bernilai salah, maka delphi akan mengecek kondisi yang berikutnya, apabila kondisi yang berikutnya
  bernilai salah juga, maka akan dilanjutkan pada statement kondisi berikutnya, sampai ditemukan suatu
  kondisi yang sesuai, maka statement itulah yang akan dijalankan oleh delphi