Perbedaan antara masyarakat kota dan masyarakat desa, kali ini kita akan membahas mengenai perbedaan diantara keduanya,
Masyarakat (sebagai
terjemahan istilah society) adalah sekelompok orang yang membentuk
sebuah sistem semi tertutup (atau semi terbuka), dimana sebagian besar
interaksi adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok
tersebut. Lebih abstraknya, sebuah masyarakat adalah suatu jaringan
hubungan-hubungan antar entitas-entitas. Masyarakat adalah sebuah
komunitas yang interdependen (saling tergantung satu sama lain).
Umumnya, istilah masyarakat digunakan untuk mengacu sekelompok orang
yang hidup bersama dalam satu komunitas yang teratur.
Ciri-ciri Masyarakat desa (karakteristik)
Dalam
buku Sosiologi karangan Ruman Sumadilaga seorang ahli Sosiologi “Talcot
Parsons” menggambarkan masyarakat desa sebagai masyarakat tradisional
(Gemeinschaft) yang mebngenal ciri-ciri sebagai berikut :
a.
Afektifitas ada hubungannya dengan perasaan kasih sayang, cinta ,
kesetiaan dan kemesraan. Perwujudannya dalam sikap dan perbuatan tolong
menolong, menyatakan simpati terhadap musibah yang diderita orang lain
dan menolongnya tanpa pamrih.
b. Orientasi kolektif sifat ini
merupakan konsekuensi dari Afektifitas, yaitu mereka mementingkan
kebersamaan , tidak suka menonjolkan diri, tidak suka akan orang yang
berbeda pendapat, intinya semua harus memperlihatkan keseragaman
persamaan.
c. Partikularisme pada dasarnya adalah semua hal yang ada
hubungannya dengan keberlakuan khusus untuk suatu tempat atau daerah
tertentu. Perasaan subyektif, perasaan kebersamaan sesungguhnya yang
hanya berlaku untuk kelompok tertentu saja.(lawannya Universalisme)
d.
Askripsi yaitu berhubungan dengan mutu atau sifat khusus yang tidak
diperoleh berdasarkan suatu usaha yang tidak disengaja, tetapi merupakan
suatu keadaan yang sudah merupakan kebiasaan atau keturunan.(lawanya
prestasi).
e. Kekabaran (diffuseness). Sesuatu yang tidak jelas
terutama dalam hubungan antara pribadi tanpa ketegasan yang dinyatakan
eksplisit. Masyarakat desa menggunakan bahasa tidak langsung, untuk
menunjukkan sesuatu. Dari uraian tersebut (pendapat Talcott Parson)
dapat terlihat pada desa-desa yang masih murni masyarakatnya tanpa
pengaruh dari luar.
Masyarakat Perkotaan
Ciri-ciri masyarakat Perkotaan
Ada beberapa ciri yang menonjol pada masyarakat perkotaan, yaitu :
1.
Kehidupan keagamaannya berkurang, kadangkala tidak terlalu dipikirkan
karena memang kehidupan yang cenderung kearah keduniaan saja.
2. Orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa harus berdantung pada orang lain (Individualisme).
3. Pembagian kerja diantara warga-warga kota juga lebih tegas dan mempunyai batas-batas yang nyata.
4. Kemungkinan-kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan juga lebih banyak diperoleh warga kota.
5.
Jalan kehidupan yang cepat dikota-kota, mengakibatkan pentingnya faktor
waktu bagi warga kota, sehingga pembagian waktu yang teliti sangat
penting, intuk dapat mengejar kebutuhan-kebutuhan seorang individu.
6. Perubahan-perubahan tampak nyata dikota-kota, sebab kota-kota biasanya terbuka dalam menerima pengaruh-pengaruh dari luar.
Sumber : http://www.gudangmateri.com
My Education Video Happy watch :)
Senin, 18 Juni 2012
Selasa, 17 April 2012
Keindahan dan Kebudayaan
Pengertian Kebudayaan
Budaya secara harfiah berasal dari Bahasa Latin yaitu Colere yang memiliki arti mengerjakan tanah, mengolah, memelihara ladang (menurut Soerjanto Poespowardojo 1993). Selain itu Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Adapun menurut istilah Kebudayaan merupakan suatu yang agung dan mahal, tentu saja karena ia tercipta dari hasil rasa, karya, karsa, dan cipta manusia yang kesemuanya merupakan sifat yang hanya ada pada manusia.Tak ada mahluk lain yang memiliki anugrah itu sehingga ia merupakan sesuatu yang agung dan mahal.
Secara
detail pengertian kebudayaan adalah Kebudayaan adalah seperangkat
peraturan dan norma yang dimiliki bersama oleh para anggota masyarakat,
yang jika dilaksanakan oleh para anggotanya akan melahirkan perilaku
yang dipandang layak dan dapat di terima oleh semua masyarakat.
Secara
hubungan jelas keindahan selalu hadir di setiap kebudayaan , begitu
pula di dalam kebudayaan pasti mempunyai nilai nilai keindahan ,
sehingga keindahan dalam kebudayaan selalu terikat dan menyatu padu
secara erat sehingga lahirlah kebudayaan yang terlihat indah.
Keindahan Dalam Kebudayaan
Keindahan dalam kebudayaan merupakan keindahan sebagai salah satu sifat
manusia dalam karya cipta manusia. Didalam
kebudayaan apapun pasti memiliki nilai keindahan , karena di dalamnya
memiliki nilai estetika enak di pandang , dan didalamnya kebudayaan
memiliki keindahan yang mewakili sifat-sifat dari keindahan tersebut
seperti pada artikel ini kebudayaan
sangat banyak jenisnya , ada yang mewakili nilai nilai Sosial ,
spiritual , perjuangan , mata pencaharian , kesenian , dan lain lain.
dan biasanya orang - orang banyak melihat keindahan yang di tampilkan
melalui kesenian dari kebudayaan tersebut , padahal dari jenis
kebudayaan yang lain pun terdapat nilai - nilai keindahan di dalamnya.
Kebudayaan
merupakan suatu kekayaan yang sangat benilai karena selain merupakan
ciri khas dari suatu daerah juga mejadi lambang dari kepribadian suatu
bangsa atau daerah. Serta kebudayaan merupakan suatu yang agung dan
mahal, tentu saja karena ia tercipta dari hasil rasa, karya, karsa, dan
cipta manusia yang kesemuanya merupakan sifat yang hanya ada pada
manusia
Keindahan dan Estetika
Keindahan atau keelokan merupakan sifat dan ciri dari orang,
hewan, tempat, objek, atau gagasan yang memberikan pengalaman persepsi
kesenangan, bermakna, atau kepuasan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, keindahan diartikan sebagai keadaan yang enak dipandang,
cantik, bagus benar atau elok. Keindahan dipelajari sebagai bagian dari
estetika, sosiologi, psikologi sosial, dan budaya. Sebuah "kecantikan yang
ideal" adalah sebuah entitas yang dikagumi, atau memiliki fitur yang
dikaitkan dengan keindahan dalam suatu budaya tertentu, untuk kesempurnaannya.
Pengalaman "keindahan" sering melibatkan
penafsiran beberapa entitas yang seimbang dan selaras dengan alam, yang dapat
menyebabkan perasaan daya tarik dan ketenteraman emosional. Karena ini adalah
pengalaman subyektif, sering dikatakan bahwa beauty
is in the eye of the beholder atau
"keindahan itu berada pada mata yang melihatnya.""
Kata benda Yunani klasik untuk "keindahan "
adalah κάλλος, kallos, dan
kata sifat untuk "indah" itu καλός, kalos.
Kata bahasa Yunani Koine untuk indah itu ὡραῖος,hōraios, ] kata sifat etimologis berasal dari kata ὥρα, hora, yang berarti
"jam." Dalam bahasa Yunani Koine, keindahan demikian dikaitkan dengan
"berada di jam (waktu) yang sepatutnya."
Sebuah buah yang matang (pada waktunya) dianggap indah,
sedangkan seorang wanita muda mencoba untuk tampil lebih tua atau seorang
wanita tua mencoba untuk tampil lebih muda tidak akan dianggap cantik. Dalam
bahasa Yunani Attic, hōraios memiliki banyak makna, termasuk "muda"
dan "usia matang.Lalu konsep keindahan itu seperti apa sih?
Konsep Keindahan
Konsep Keindahan didalamnya tercakup tentang kebaikan dan menyebutkan tentang watak yang indah dan hukum yang indah sehingga merumuskan keindahan sebagai sesuatu yang selain baik juga menyenangkan.
Apa yang membedakan Estetis dan Estetika?
Estetis & Estetika
Secara sederhana, estetika adalah ilmu yang membahas keindahan, bagaimana ia bisa terbentuk, dan bagaimana seseorang bisa merasakannya. Pembahasan lebih lanjut mengenai estetika adalah sebuah filosofi yang mempelajari nilai-nilai sensoris, yang kadang dianggap sebagai penilaian terhadap sentimen dan rasa. Estetika merupakan cabang yang sangat dekat dengan filosofi seni.
Lalu seperti apa sifat keindahan itu sendiri?
Sifat Keindahan
Keindahan seharusnya sudah dinilai begitu karya seni pertama kali dibuat. Namun rumusan keindahan pertama kali ditentukan berasal dari keindahan yang tercipta akibat proporsi, keharmonisan, dan kesatuan. Sementara atau dalam hukum bernegara sifat keindahan lahir dari aturan-aturan, kesimetrisan, dan keberadaan.
Keindahan dan Karya Cipta
Keindahan dan Karya cipta dalam diri manusia
Dimana pada kehidupan manusia, dalam pribadi masing-masing terdapat keindahan dan karya cipta masing-masing, bisa juga terdapat kreatifitas dan ide. Pada pembahasan kali ini kita akan membahas mengenai 4 aspek keindahan pada diri manusia :
A.Kontenplasi dan Ekstasi
Kontemplasi
adalah memandang jauh ke depan demi mendapatkan arah dan kemungkinan
tindakan lain (antisipasi) yang lebih bermakna. Kontemplasi juga merupakan
suatu tindakan untuk memahami penuh suatu hal. Kontemplasi adalah
memandang sesuatu dengan cara ambil bagian dalam hidup, dalam adegan,
terlibat langsung. Kontemplasi adalah dasar dalam diri manusia untuk
menciptakan sesuatu yang indah. Sedangkan Ekstansi adalah dasar dalam
diri manusia untuk menyatakan, merasa, dan menikmati sesuatu yang indah.
Setiap manusia memiliki nilai ekstansi yang berbeda-beda. Apabila
kontemplasi dan ekstansi itu dihubungkan dengan kreativitas, maka
kotemplasi itu adalah faktor pendorong untuk menciptakan keindahan.
Sedangkan ekstansi itu merupakan faktor pendorong untuk merasakan
menikmati keindahan karena derajat kontemplasi dan ekstansi itu
berbeda-beda antara setiap manusia.
B.Keindahan Keserasian dan Kehalusan
Dalam
diri manusia terdapat faktor kontenplasi dan ekstasi.maka itu
keindahan tidak dapat di pisahkan dari kehidupan manusia. karena
membutuhkan keindahan.Dalam keindahan terrcermin unsur keseerasian dan
kehalusan.Keserasian adalah kemampuan untuk menata sesuatu yang dapat dilihat,dipegang seseorang.
Kehalusan adalah kemampuan menampilkan sopan santun,tutur kata yang menyenangkan,menarik perhatian, dan menggembirakan orang lain.
C. Kreatifitas dan Karya Cipta
Keindahan
adalah salah satu dari kehidupan yang merupakan sebuah kodrat.Karena
manusia brusaha menciptakan keindahan untuk memenuhi kebutuhan ,selain
itu manusia menciptkan karya cipta dipengaruhi oleh pengalaman dan
faktor alam.
D.Pengaruh Keindahan pada jiwa manusia
ai daya tarik yang kuat memiliki efek berubahnya situasi dan kondisi pada manusia,
keindahan bisa mengubah suasana yang tidak nyaman bisa menjadi nyaman ,
bahkan dengan seringnya kita melihat keindahan,maka kesehatan jiwa
kita akan sangat bagus,sehingga mempengaruhi jasmani dari diri kita
sendiri,karena fikiran kita yang sudah fresh.
Langganan:
Postingan (Atom)